Rabu, 18 Juni 2014

parafrasa, jenis paragraf dan pola paragraf


parafrasa, jenis paragraf dan pola paragraf

A. Percakapan melalui saluran telekomunikasi
Adapun persiapan wawancara secara teknis lainnya, meliputi:
1. mengetahui identitas yang akan diwawancarai secara umum;
2. menghubunginya;
3. mempersiapkan pertanyaan;
4. mempelajari permasalahan;
5. mempersiapkan alat tulis atau alat perekamnya.
Pada dasamya wawancara terjadi karena adanya kesenjangan informasi atau pengetahuan. Si pewawancara belum mengetahui suatu informasi atau pengetahuan dan orang yang diwawancarai dianggap dapat memberikan penjelasan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu wawancara, antara lain:
1. sopan santun;
2. penggunaan bahasa yang baik dan benar;
3. tidak mendebat narasumber;
4. pembicaraan tetap pada permasalahan atau topik;
5. mencari hal-hal penting;
6. tidak menyela;
7. tepat waktu;
8. berterima kasih.
B. Membuat Parafrasa dan Artikel
Sebelum kamu mengungkap kembali secara lisan, terlebih dahulu perhatikan beberapa petunjuk membuat parafrasa secara lisan berikut.
1. Wacana dibaca secara keseluruhan dan dipahami.
2. Ambil inti pokok dari wacana tersebut.
3. Tidak perlu mencari kosakata yang sukar diartikan.
4. Diungkapkan menggunakan bahasa sendiri.
5. Teknik pengungkapan harus jelas dan mudah diterima orang lain.
C. Pola Perbandingan, Sebab-Akibat, dan Contoh
1. Pola perbandingan, yaitu paragraf yang membandingkan dua hal untuk dijabarkan.Contoh:Buah durian adalah sejenis buah yang mahal harganya dibanding dengan melon. Walaupun harganya mahal tetapi banyak peminatnya. Jika dibandingkan dengan buah melon sangat jauh rasanya. Buah durian digemari banyak orang, khususnya mereka yang punya uang. Sedang buah melon diminati mereka yang kehidupannya sederhana.
2. Pola sebab-akibat, yaitu paragraf yang dimulai dengan pernyataan sebab kemudian berakhir dengan suatu akibat.Contoh:Anak itu malas belajar. Tiap malam sering ke luar rumah. Nasihat orang tua tidak pernah dihiraukan. Pada akhir tahun temyata tidak naik kelas akibat ulahnya yang tidak dapat diatur.
3. Pola contoh, yaitu paragraf yang memaparkan penjeiasan contoh suatu benda.Contoh:Pohon pisang merupakan pohon yang banyak fungsinya. Selain buahnya, daun dan batangnya dapat dimanfaatkan. Daun pisang digunakan untuk membungkus, sedangkan batangnya dimanfaatkan untuk membuat hiasan dalam pernikahan.
Selain jenis paragraf di atas, masih ada jenis paragraf lain, yaitu:
1. Paragraf deduktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.Contoh:Melihat kedatangan polisi, puluhan buruh yang ada di luar pabrik iangsung kabur. Namun buruh yang terlanjur masuk akhirnya terjebak. Polisi Iangsung menutup pintu pabrik. Oleh karena itu, mereka tidak bisa berkutik. Dengan mudah polisi menciduk mereka.
2. Paragraf induktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.Contoh:Aparat polisi, yang sejak pagi ditempatkan di beberapa titik, mulanya hanya mengingatkan para siswa agar mematuhi peraturan lalu lintas dan tak mengganggu pengguna jalan lain. Namun bukannya menurut, mereka terkesan malah melawan. Polisi yang mencoba membubarkan anak-anak di Jalan dr. Soepomo dan Jalan Yosodipura bahkan ditabrak sekelompok pelajar.
3. Paragraf naratif/deskriptif, yaitu paragraf yang isinya hanya penjabaran atau penjelasan saja.Contoh:Siswa yang kehilangan sekolah, bisa mendaftarkan diri ke sekolah lain yang diingini. Semua biaya ditanggung pemerintah, jadi bebas uang pendaftaran. Tinggal daftar Iangsung esok harinya masuk. Siswa-siswa yang bernasib malang ini jadi perhatian masyarakat. Pemerintah selalu memerhatikan terutama masalah sekolah, tetapi sebagai siswa harus rajin belajar.
D. Memparafrasakan Sebuah Puisi
Cara membuat parafrasa puisi, yaitu:
1. bacalah puisi secara keseluruhan,
2. pahami isi puisi tersebut,
3. hindari pengertian per kata,
4. gunakan kata-kata denotatif, dan
5. hindari pemakaian kata konotatif.
E. Mendiskusikan informasi dari surat kabar
Berdasarkan sebuah informasi, kita dapat memberikan tanggapan. Tanggapan tersebut dapat berupa pendapat, gagasan, kritik, atau saran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan tanggapan dalam diskusi, antara lain;
1. Menyiapkan bahan yang akan didiskusikan.
2. Menyebutkan satu per satu pokok-pokok pendapat yang didiskusikan.
3. Menyampaikan pendapat menggunakan bahasa yang efektif dan santun.
4. Menggunakan bahasa percakapan (bahasa Indonesia) yang baik dan benar.
5. Harus disertai rasa percaya diri dan juga ketenangan, jangan emosional.
6. Pengucapan harus jelas.
7. Hendaknya mempergunakan istilah-istilah yang sudah umum.
8. Sebaiknya disertai dengan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan nantinya (dari hasil observasi, pengalaman, dan eksperimen).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar